Ponpes Miftahurrohmah Krui jadi tuan rumah rutinan triwulan Rois Syuriah NU se Provinsi Lampung. (18/10/2025)
Rais Syuriah NU adalah pemimpin tertinggi di dalam kepengurusan NU, yang berfungsi sebagai pimpinan dalam majelis syuriah. Jabatan ini berada di tingkat pusat (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama/PBNU) dan juga terdapat di setiap tingkatan NU hingga tingkat ranting. Pimpinan tertinggi di PBNU disebut Rais 'Aam, yang merupakan kepala dari Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) dan di PW NU, PC NU, MWC NU hingga ranting namanya Rois Syuriah.
Rois Syuriah PCNU se Lampung mempunyai agenda rutinan triwulan, yakni setiap 3 bulan sekali melakukan pertemuan rois syuriah bergilir di setiap kabupaten kota yang ada di provinsi Lampung, dan kali ini di Ponpes Miftahurrohmah Krui Kab. Pesisir Barat sebagai tuan rumah.
Kyai Agus Fathulloh, S.H.I selaku Rois Syuriah PCNU Kab. Pesisir Barat menyampaikah bahwa agenda syuriah NU se Lampung di Krui ini di gagas di 2 (dua) tempat meliputi : Pertama, untuk pembukaan dan seremonial sekaligus ceramah agama, kita adakan lokasinya di Cafe Krui wave. Kedua, setelah acara pembukaan selesai, selanjutnya acara intinya di Ponpes Miftahurrohmah Krui.
Dalam sambutannya Abi Gus Fath menyampaikan trimakasih sebesar-besarnya kepada Bupati atau pemerintah daerah, mustasyar PCNU, ketua PCNU dan jajaran rois syuriah PCNU Pesisir Barat, para kyai dan bu nyai se Lampung, para santri, GP Ansor Banser, muslimat, Fatayat, Pagar Nusa, IPNU/IPPNU, LP3H Ansor, PMII dan semua banom-banom NU serta para hadirin yang sudah hadir membersamai dan/atau mendukung terselenggaranya acara tersebut dan tak lupa sponsor acara ini diantaranya Djarum, Mrb Telur Asin, dan lain sebagainya. Tutupnya.
Kyai Abdul Karim atau Gus Karim, Pengurus PCNU dari Kab. Mesuji dalam ceramahnya menyampaikan kita sebagai warga Nahdlatul Ulama' (NU) harus memegang faham atau syariat Islam dengan benar, di antaranya pertama, pegang dan ikuti faham islam Ahlussunnah Wal-Jamaah. Kedua, Sanad ilmu, karena dengan kita memegang kedua hal tersebut kita akan benar pula dalam mempelajari dan mengamalkan kitab suci kita yaitu Al-Qur'an dan Alhadits, baik untuk diri kita ataupun untuk keluarga, santri dan masyatakat.
Ahlussunnah wal Jamaah (ASWAJA) adalah paham keagamaan dalam Islam yang berpegang teguh pada sunnah (ajaran) Nabi Muhammad SAW dan jamaah (para sahabatnya). Paham ini memiliki karakteristik moderat dengan menyeimbangkan antara akal dan dalil, serta mengikuti ajaran Islam secara menyeluruh mulai dari akidah, fikih, dan tasawuf, dengan menganut pemikiran yang lurus dan menghindari ekstremisme.
Sedangkan pentingnya sanad keilmuan adalah untuk menjaga validitas, otentisitas, dan keaslian ilmu yang bersumber dari Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW, serta untuk mempertanggungjawabkan sumber ilmu agar tidak terjadi distorsi dan penyimpangan. Sanad adalah mata rantai atau silsilah yang menghubungkan ilmu dari seorang guru hingga kepada sumber aslinya, memastikan kejelasan dan keakuratan dalam periwayatan.
Diahir ceramahnya gus karim menyampaikan agar kiranya hususnya warga NU tidak mudah terprovokasi dan mengikuti faham-faham yang tidak jelas dan cenderung memfitnah dan adu domba kepada pesantren atau kyai dan santri. Contohnya, tayangan yang di tayangkan oleh televisi nasional TRANS7. Dan mari sama-sama kita dukung program pemerintah kita, baik daerah maupun pusat. Imbuhnya.
Adapun dalam acara diskusi rutinan triwulan Rois Syuriah PCNU se Lampung, ada beberapa hal yang menjadi pembahasan diantaranya :
1. Mengecam terhadap penayangan Trans7 dalam acara Xpose Uncencored pada tanggal 13 Oktober 2025 yang merendahkan martabat Kyai, Santri dan Pondok Pesantren.
2. Mendesak Dewan Pers untuk memberikan sanksi tegas kepada Trans7 serta melakukan investigasi menyeluruh terhadap proses produksi tayangan "Xpose", mulai dari naskah, riset, hingga editing.
3. Kepada Chairul Tanjung sebagai Founder CT Corp, Direktur Utama Trans Corp, seluruh jajaran Direksi Trans7 serta Production House yang terlibat untuk bertanggung jawab kepada umat dengan cara meminta maaf dan mengklarifikasi dalam tayangan khusus, serta melakukan pembenahan dalam setia produksi tayangan dan siap mempertanggungjawabkan secara dan/atau dihadapan hukum.
4. Kepada KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) agar membuat pedoman siaran yang lebih ketat dan memberikan sanksi tegas kepada stasiun TV dan/atau industri media lainnya yang melanggar norma etik, tradisi keagamaan dan kebudayaan lokal (local wisdom).
5. Kepada KPI agar meninjau ulang regulasi penyiaran untuk memberikan perlindungan khusus terhadap pondok pesantren, ulama, dan simbol-simbol keagamaan.
6. Mendorong industri media untuk meningkatkan literasi keagamaan, unsur etika kehidupan beragama dan kebudayaan bagi seluruh tim produksi agar tidak terjadi distorsi pemberitaan tentang pesantren.
7. Menyerukan kepada seluruh warga nahdliyin, keluarga besar pondok pesantren, dan alumni santri se-Provinsi Lampung untuk memboikot seluruh produk CT Corp (Chairul Tanjung Corporation).
8. Mendorong dan Mendukung industri media untuk mempromosikan konten-konten positif mengenai pondok pesantren dan dakwah keagamaan ala Ahlussunnah wal Jamaah.
9. Pemerintah dan APH harus tegas terhadap media massa, baik cetak maupun elektronik yang disusupi dan dipengaruhi oleh sosok-sosok atau pemikiran yang mengandung pemahaman radikalisme, Takfiri, dan pemikiran lain yang bertentangan dengan PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945).
Acara pembukaan dan seremonial triwulan Rois Syuriah tersebut di mulai pukul 08.30 Wib s/d 12.00 wib di Cafe Krui Wave. Selanjutnya dilakukan diskusi seputar ke-NU-an, aswaja, kyai, santri dan negeri mulai pukul 13.30 wib s/d selesai di Ponpes Miftahurrohmah Krui.






Komentar
Posting Komentar