Profil Dan Sanad Keilmuan Ponpes Miftahurrohmah Krui Kab. Pesisir Barat Lampung.




Ponpes Miftahurrohmah Krui adalah salah satu ponpes yang ada di Kab. Pesisir Barat Lampung, tepatnya di Jln Bandara M. Taufikemas Pekon Seray, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat.

KH. Moch Yasin, S.H.I., adalah pendiri dan pengasuh Ponpes Miftahurrohmah, beliau pernah juga di amanahi sebagai Rois Syuriah PCNU Pesisir Barat 2019 – 2024. Pengasuh Ponpes sekarang di badalkan ke putra pertama beliau yaitu Kyai Agus Fathulloh, S.H.I., akrab dengan sebutan aby Gus Fath.

Yai Moch Yasin, Lahir di Blitar 11 Agustus 1948 M. Beliau sekarang sudah berusia sekitar 76 tahun, usia yang sudah sepuh. Isteri beliau bernama Nyai Mulyekti Yasin (Usia 72 Tahun lebih) dan mempunyai putra putri diantaranya :


1. Gus Nasrulloh (Alm), beliau wafat saat umur 1 tahun 2 bulan. Beliau kembarannya Gus Fath.

2. Kyai Agus Fathulloh, S.H.I (Aby Gus Fath), sekarang Rois Syuriah PCNU Pesbar 2024 – 2029.

3. Ustdz Zaini Santoso, S.Pd.I., S.H.I (Gus Zen), Pernah jadi Ketum PC GP. Ansor Pesisir Barat Periode Pertama.

4. Ustadzah Siti Rohmah Yasin, S.Pd (Ning Tyas)

5. Ustadz Kholid (Gus Kholid)

Ponpes Miftahurrohmah Krui berdiri pada tanggl, 17 Agustus Tahun 1999 M dan sekarang sudah berusia 25 tahun.


Ponpes ini menyediakan bermacam-macam kegiatan belajar mengajar, di antaranya :


– Tahfidz Al-Qur’an, karena memang isteri Gus Zen yang bernama Ning Karomah (Ning Rom) adalah seorang Hafidzoh alumni Ponpes Bidayatul Hidayah Mojogeneng Mojokerto KH Yahdi Matlab (alm) dan mengambil berbaiat Thoriqoh Qodiriyah Wanaqsabandiyah Al Ustmaniyah dihadapan KH. Asrori Al-ishaqi (Alm).

– Kitab Kuning (Putra-Putri) dan lain sebagainya.

– Pelatihan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

– Sekolah MTs PK ASY-SYAFI’IYYAH, berdiri Pada Tahun 20 Juli 2004. Dan pada tahun 20 Juli 2007 berdiri SMA Asy Syafi’iyyah.

Para Gus atau ning Ponpes Miftahurrohmah berlatar belakang alumni Pondok Pesantren yang ada di pulau jawa di antaranya :

– Ponpes Assunniyah Kencong Jember

– Ponpes Lirboyo Kediri Jatim

– Ponpes Alfalah Ploso Mojo Kediri

– Ponpes Assalafi Alfitroh Surabaya,

– Ponpes Darul Huda Blitar

– Ponpes Bidayatul Hidayah Mojokerto

- Dan lain sebagainya.

Artinya sistem pembelajaran di Ponpes Miftahurrohmah ini menggunakan model ajar agama berbasis ahlissunnah waljamaah annahdliyah yang dikombinasikan dengan Kurikulum Modern (Pendidikan Formal nya).

Selain itu, ada juga sekolah formal terdiri dari MTs dan SMA Asy-Syafi’iyah. Kemudian tersedia juga Balai Latihan Kerja Komunitas (BLK), untuk melatih para santri agar mempunyai skil di bidang lain selain ilmu agama. Juga ada ekskul Pagar Nusa (PN), IPNU dan IPPNU, Hadrah, Drum Band, bercocok tanam, bermuhadhoroh/belajar kepemimpinan, Media Pondok Pesantren, dll.

Aby Gus Fath dalam kesempatannya mengatakan, dengan adanya sistem belajar yang sudah tersedia di pondok di harapkan akan dapat memberikan bekal ilmu agama dan ilmu dunia. Sehingga ketika para santri sudah boyong pulang maka akan bermanfaat di tengah-tengah masyarakat, keluarga dan diri sendiri. Tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Gus Zen juga menyampaikan agar kiranya para santri tetap Istiqomah belajar dan mengikuti pola ajar yang di sediakan oleh pondok. Karena santri bukan hanya bisa menjadi tokoh agama saja mas, bukan hanya bisa menjadi Kyai atau ustadz, tapi juga bisa menjadi apa saja, termasuk tentara, Guru, Bupati, Wakil Rakyat/DPR pokoknya siap pakai dalam segala bidang

Latar belakang pengajar di ponpes dalam hal sekolah (formal) sangatlah penting, yang mana para pendidiknya rata rata dari Alumni Perguruan Tinggi yang mempunyai Akreditasi A agar dalam memberikan pembelajaran di MTs – SMA Asy-Syafi’iyah berkompeten di bidangnya. Antara lain ada dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, IKIP Malang, UIN KEDIRI, UNILA, UIN RADEN INTAN LAMPUNG, dan sebagainya.

“Alhamdulillah, santri kita sudah mulai banyak mengabdikan dirinya dimasyarakat ada yang menjadi Ustadz, Guru, TNI, Polwan, aktivis, pengusaha, petani sukses, dll. Pada intinya agar alumni sekiranya jangan melupakan untuk tetap berupaya ngaji, mengajar dan mendidik anak anak ngaji di rumahnya masing-masing. Imbuhnya.





Komentar