SURAT TERBUKA UNTUK TRANS7

 

Tentang Tayangan Trans7 yang Dianggap Menyinggung Pesantren dan Kehormatan Ulama

Bismillāhirraḥmānirraḥīm

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menuntun kita dalam jalan ilmu dan akhlak. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, suri teladan bagi seluruh umat manusia.

Dengan ini kami, atas nama keluarga Besar Gubuk Tombo Ati Man-Taaba Pesisir Barat  menyampaikan sikap  terkait tayangan di stasiun televisi Trans7 yang dinilai mengandung unsur pelecehan terhadap pesantren, para ulama, dan tradisi keagamaan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

1. Kekecewaan dan Keprihatinan

Kami menyatakan keprihatinan mendalam atas tayangan yang menampilkan narasi atau visual yang dapat menimbulkan kesalahpahaman publik terhadap dunia pesantren dan sosok kyai.
Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, melainkan juga pusat peradaban moral dan akhlak bangsa. Karena itu, setiap bentuk penyajian yang menyinggung atau mendiskreditkan pesantren merupakan pelecehan terhadap nilai luhur umat Islam Indonesia.

2. Seruan Klarifikasi dan Tanggung Jawab Media

Kami menuntut pihak Trans7 untuk:

  • Memberikan klarifikasi terbuka kepada masyarakat dan lembaga keagamaan atas tayangan dimaksud.

  • Menunjukkan itikad baik dengan permintaan maaf resmi kepada komunitas pesantren dan para ulama Khusus Nya Pondok Pesantren Lirboyo kediri yang mana sanad ke ilmuan nya sambung dengan Gubuk Tombo Ati Man-Taaba Pesisir Barat.

  • Melakukan evaluasi internal redaksi agar tidak lagi menayangkan konten yang berpotensi menimbulkan keresahan umat.

Media adalah pilar demokrasi, namun kebebasan pers harus berjalan berdampingan dengan tanggung jawab moral dan sosial terhadap kebenaran serta kehormatan agama.

3. Sikap Moral Umat dan Pesantren

Apabila tidak terdapat langkah perbaikan dan klarifikasi dari pihak Trans7, maka kami menyerukan kepada warga pesantren, santri, alumni, dan masyarakat luas untuk:

  • Tidak menonton dan mendukung program-program Trans7 sebagai bentuk protes moral dan kesadaran keagamaan.

4. Harapan dan Doa

Kami berharap media nasional dapat menjadi mitra dakwah yang bijaksana, mencerdaskan umat, dan tidak menjadi sarana perpecahan.


Semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada semua pihak agar senantiasa menegakkan kebenaran dan menghormati para pewaris nabi — yaitu para ulama dan guru bangsa.

Ulama adalah pewaris para nabi.
Pesantren adalah taman ilmu dan akhlak.
Sebelum menilai, pastikan kita memahami.
Sebelum berbicara, pastikan kita beradab.

Mari jaga marwah keilmuan dan kemuliaan pesantren dari fitnah, salah paham, dan prasangka.
Karena kehormatan ulama adalah benteng bagi umat.



Komentar